Salah satu peristiwa penting yang menandai
datangnya Akhir Zaman adalah munculnya Imam Mahdi. Dalam salah satu riwayat, Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Sekiranya dunia hanya tinggal sehari saja (sebelum kiamat) niscaya
Allah memanjangkan hari itu sehingga padanya bangkit seorang laki-laki
dari keturunanku atau dari kaum keluargaku, namanya seperti namaku, nama
bapaknya seperti nama bapakku. Dia akan memenuhi bumi dengan keadilan
dan kejujuran sebagaimana bumi telah dipenuhi dengan kezaliman dan
kesewenang-wenangan." ( HR. Abu Daud dan At Turmudzi )
Imam Mahdi adalah seorang muslim, muda usia yang akan dipilih oleh Allah
menjadi khalifah bagi ummat Islam di Akhir Zaman. Ia akan menumpas
kezaliman dan kesewenang-wenangan yang kemudian akan diubah dengan
kondisi yang penuh keadilan dan kemakmuran sebelum datangnya Hari
Kiamat. Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Pada akhir zaman akan muncul seorang khalifah yang berasal dari ummatku
yang akan melimpahkan harta kekayaan selimpah-limpahnya dan dia sama
sekali tidak akan menghitung-hitungnya." ( HR Muslim dan Ahmad )
Secara etimologis, Imam Mahdi sebenarnya adalah nama gelar sebagaimana
"Khalifah" atau "Amirul Mukminin". Arti secara bebas, Imam Mahdi adalah
"pemimpin yang mendapat petunjuk". Imam dalam bahasa Arab artinya
"pemimpin", Mahdi adalah "yang mendapat petunjuk". Sedang namanya adalah
sebagaimana disebut dalam hadits di atas yaitu Muhammad dan nama
ayahnya adalah Abdullah. Jadi nama Imam Mahdi sama dengan nama
Rasulullah s.a.w. yaitu Muhammad bin Abdillah.
Tidak seorang pun tahu tentang Imam Mahdi dan ciri-cirinya selain Nabi
Muhammad s.a.w. karena beliau telah mendapat wahyu dari Allah SWT,
sebagaimana sabdanya:
"Al Mahdi berasal dari ummatku, berkening lebar, berhidung panjang dan
mancung. Dia akan mengisi bumi ini dengan keadilan dan kemakmuran
sebagaimana (bumi ini) sebelumnya telah diisi dengan kezaliman dan
kesemena-menaan. Dan dia (masa kekhalifahan) akan berumur tujuh tahun."
(HR. Abu Daud dan Al Hakim)
Dari silsilahnya, Imam Mahdi adalah keturunan Rasulullah s.a.w. dari
putri beliau Fatimah Az-Zahra' r.a. dengan Ali bin Abi Thalib r.a.
Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Al Mahdi berasal dari ummatku, dari keturunan anak-cucuku." ( HR Abu Daud, Ibnu Majah dan Baihaqi )
Munculnya Imam Mahdi
Kemunculan Imam Mahdi adalah bukan sesuatu yang disengajakan, atau
karena kemauan Imam Mahdi itu sendiri melainkan karena taqdir Allah yang
mesti berlaku. Pada mulanya Imam Mahdi bukanlah orang yang terkenal
dengan sifat keutamaannya. Tidak pula pernah mengaku dirinya sebagai
Imam Mahdi karena dia sendiri tidak menyadari bahwa dirinya adalah yang
akan dipilih oleh Allah sebagai Imam Mahdi. Akan tetapi setelah Allah
memberinya taufik dan hidayah maka dalam satu malam saja ia pun berubah
menjadi pribadi yang lebih wara', alim dan adil.
"Dari Ali bin Abi Thalib, bahwa Nabi s.a.w. bersabda: "Al-Mahdi itu dari
Ahlul Bait, Allah memberikan ishlah dengannya hanya dalam satu malam."
(HR. Ahmad dengan isnad yang shahih)
Ada dua tanda menjelang diutusnya Imam Mahdi di tengah-tengah ummat
Islam yaitu pertama, banyaknya perselisihan antar-manusia baik
antar-pribadi maupun golongan dan kedua, banyaknya gempa bumi. Dalam
sebuah hadits riwayat Ahmad diterangkan, Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Aku kabarkan berita gembira mengenai Al Mahdi yang diutus Allah
ditengah-tengah ummatku ketika banyak terjadi persilihan antar-manusia
dan gempa-gempa. Dia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran
sebagaimana sebelumnya (bumi ini) telah hingga dipenuhi
kesewenang-wenangan dan kezaliman." (HR. Ahmad)
Subhanallah, keadaan sudah sedemikian nyata, bahwa dunia kini sudah
banyak dengan perselisihan antar-manusia. Perang, huru-hara,
pembunuhan-pembunuhan, penghambaan manusia kepada manusia telah terjadi
di mana-mana. Gempa bumi pun kini sudah semakin tinggi frekuensi
berlangsungnya. Menurut data dalam "Daftar Gempa Bumi Besar Di
Indonesia", Wikipedia, dalam kurun antara tahun 1833 - 2000 hanya
terjadi 9 kali peristiwa gempa bumi besar di tanah air. Namun belakangan
ini kita dihadapkan dengan angka yang sungguh mencengangkan, antara
tahun 2004 hingga Oktober 2010 terjadi 16 kali gempa bumi besar. Tentu
ini bukan gejala alam biasa tetapi sudah merupakan isyarat dari Allah
SWT akan terjadinya sesuatu yang besar di muka bumi ini yaitu bangkitnya
Imam Mahdi sebagaimana yang telah diterangkan dalam hadits di atas.
Imam Mahdi akan dibai'at di antara maqam Ibrahim dengan ka'bah oleh kaum
muslimin setelah menempuh perjalanan yang sangat berbahaya. Dalam
perjalanan itu beliau akan dikejar-kejar oleh pasukan yang juga muslim
untuk dibunuh, tetapi Allah menyelamatkan kepada Imam Mahdi dan
membenamkan pasukan yang mengejarnya itu ke dalam tanah. Inilah yang
menandai pengangkatan beliau sebagai Imam Mahdi. Rasulullah saw
bersabda:
"Akan dibaiat seorang laki-laki (Imam Mahdi) antara maqam Ibrahim dan sudut ka'bah." ( HR. Muslim )
Ummil Mu'minin Aisyah r.a. berkata:
"Pada suatu malam tubuh Rasulullah s.a.w. bergetar dalam tidurnya. Aku
bertanya: "Mengapa engkau lakukan sesuatu yang belum pernah engkau
lakukan wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Akan terjadi suatu
keanehan, sekelompok ummatku kelak akan berangkat ke baitullah memburu
seorang Quraisy yang akan mengungsi ke baitullah. Sehingga ketika
orang-orang itu telah sampai di padang pasir, mereka ditelan bumi." Aku
bertanya: "Bukankah di jalan padang pasir itu terdapat bermacam-macam
orang?" Beliau menjawab: "Benar, di antara orang-orang yang ditelan bumi
tersebut ada bermacam-macam orang. Di antara mereka ada yang sengaja
pergi untuk berperang, ada pula yang dipaksa untuk berperang, serta ada
pula diantara mereka yang sedang dalam suatu perjalanan, akan tetapi
mereka binasa dalam satu waktu dan tempat yang sama, sedangkan mereka
mempunyai arah (niat) yang berbeda. Kemudian Allah SWT akan
membangkitkan mereka pada hari berbangkit menurut niat mereka
masing-masing." (Mutafaqqun Alaihi).
"Suatu kaum dengan jumlah dan kekuatan yang tidak berarti akan kembali
ke Baitullah. Lalu diutuslah (oleh Raja) sekelompok tentara untuk
mengejar mereka, sehingga apabila mereka telah sampai di padang pasir,
maka mereka ditelan bumi." ( HR. Ahmad dan Abu Daud )
Setelah beliau dibai'at sebagai khalifah maka dengan demikian kaum
muslimin memiliki kembali seorang khalifah yang mempersatukan mereka di
bawah bendera Islam setelah lebih dari delapan puluh tahun ummat Islam
hidup tanpa khilafah, tanpa pemersatu, sehingga ummat Islam hidup
bercerai-berai laksana anak ayam tanpa induk. Rasulullah s.a.w. juga
telah memerintahkan kepada seluruh kaum muslimin untuk berbai'at kepada
Imam Mahdi, sehingga pada akhirnya hanya ada satu pemimpin ummat bagi
kaum muslimin di muka bumi ini, yaitu Imam Mahdi.
"Ketika kamu sekalian melihatnya (Imam Mahdi) maka berbai'atlah,
walaupun harus merangkak diatas salju, karena dialah Khalifatullah, Al
Mahdi." (HR Ibnu Majah)
Berjuang menegakkan keadilan
Imam Mahdi senantiasa akan berjuang melaksanakan jihad fii sabilillah
untuk membebaskan berbagai negeri dari cengkeraman para penguasa yang
memaksakan kehendak dan mengabaikan kehendak Allah dan Rasul-Nya. Dan
dia akan memastikan, bahwa dunia akan diisi dengan sistem dan peradaban
yang mencerminkan kalimat "Laa ilaaha illallaah, Muhammadarrasuulullah"
dari ujung barat hingga ujung timur.
Dengan izin Allah, kemenangan demi kemenangan akan diraih kaum muslimin
di bawah kepemimpinan Imam Mahdi sehingga keadaan ini membuat murka
Raja kezaliman (Dajjal) dan dia berusaha keluar dari persembunyiannya
untuk membunuh Imam Mahdi serta pengikutnya. Tetapi kehebatan dan
kekuasaan Dajjal bukanlah lawan tanding bagi Imam Mahdi, maka Allah
menurunkan Nabi Isa a.s untuk menghadapi Dajjal.
Nabi Isa a.s. turun ke bumi saat menjelang subuh, diantar oleh dua
malaikat. Beliau turun di kota yang berlokasi di sebelah timur Damaskus,
di sebuah "menara putih". Ketika sholat subuh akan segera dimulai,
Nabi Isa a.s. masuk ke masjid untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah
tetapi semua orang mengenalinya sehingga imam sholat di masjid itu
mempersilahkan Nabi Isa menjadi imam tetapi Nabi Isa menolaknya, dan
beliau hanya menjadi makmum dalam sholat subuh itu sebagai penghormatan
beliau kepada ummat Islam, ummat yang dimuliakan oleh Allah.
Subhanallaah. Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Tidak henti-hentinya segolongan dari ummatku berperang di atas
kebenaran akan selalu mendapat kemenangan hingga hari kiamat."
(Selanjutnya) Rasulullah s.a.w. bersabda: " Lalu turunlah Isa anak
laki-laki Maryam a.s., maka berkatalah amir mereka (kepada Isa bin
Mayam) : "Kemarilah, (menjadi) imam sholat bagi kami !" Maka Isa bin
Maryam berkata: " Tidak! sesungguhnya sebagian kamu atas sebagian ada
amir-amir (pemimpin). Kehormatan (dari) Allah (yang diberikan) kepada
ummat ini (ummat Islam)." (HR. Muslim)
Nabi Isa a.s. bersama Imam Mahdi kemudian mengkonsolidasikan pasukan
muslim untuk menghadapi Dajjal. Hal serupa juga dilakukan oleh Dajjal.
Dajjal disertai tujupuluh ribu prajurit Yahudinya dengan persenjataan
lengkap telah bersiap-siap menghadapi Nabi Isa a.s. dan kaum muslimin.
Pertempuran antara kedua belah pihak berlangsung sengit. Namun
subhanallah, terjadilah keanehan dalam peperangan itu. Atas kehendak
Allah SWT Dajjal meleleh seperti garam yang larut dalam air ketika
berhadapan dengan Nabi Isa, sehingga Nabi Isa dengan mudah membunuh
Dajjal di pintu gerbang "Lud", Palestina.
Kematian Dajjal mengakibatkan orang-orang Yahudi bercerai-berai dalam
perang itu, karena mereka tidak ada lagi pemersatu, tidak ada lagi
kekuatan menghadapi Nabi Isa dan kaum muslimin. Orang-orang Yahudi
berusaha mencari tempat perlindungan dari serangan kaum muslimin.
Sebagian mereka berlindung di balik batu, sebagian lagi berlindung di
balik pohon, tetapi semua batu, semua pohon menolak melindungi
orang-orang Yahudi, bahkan semua tempat yang dijadikan tempat
bersembunyi akan berseru, memberitahukan keberadaan Yahudi kepada
pasukan muslim kecuali pohon ghorqod, sejenis pohon berduri yang nama
latinnya "Lycium", dialah satu-satunya jenis pohon yang sudi melindungi
kaum Yahudi.
Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Kiamat tidak akan terjadi sebelum kaum muslimin berperang melawan
orang-orang Yahudi. Lalu kaum muslimin memerangi orang-orang Yahudi,
sehingga orang-orang Yahudi bersembunyi di balik batu dan di balik
pohon. Maka berkatalah batu dan pohon: " Wahai Muslim, Wahai hamba
Allah, kemarilah, inilahYahudi di belakangku. Maka bunuhlah dia!"
kecuali pohon ghorqod, karena dia pohonnya Yahudi." (HR. Muslim)
Sabda Nabi ini rupa-rupanya sangat diyakini oleh orang-orang Yahudi,
sehingga mereka kini menjadikan pohon ghorqod sebagai proyek penghijauan
di Israel, bisa jadi sebagai antisipasi kekalahan mereka di era Imam
Mahdi nanti. Wallahu a'lam.
Dajjal dan Yahudi telah dikalahkan, kemudian Allah memerintah Nabi Isa
bersama Imam Mahdi menghadapi musuh lain yang lebih kuat yaitu
Ya'juj-Ma'juj. Perang melawan Ya'juj-Ma'juj adalah perjuangan yang lebih
berat bagi Nabi Isa dan kaum muslimin karena Ya'juj-Ma'juj memiliki
pasukan yang sangat banyak dan kuat. Pada awal jalannya pertempuran,
banyak korban berjatuhan di pihak kaum muslimin. Sementara, pasukan
Ya'juj-Ma'juj terus bergerak maju, mendesak pasukan muslim sehingga Nabi
Isa dan tentaranya terkepung di sebuah bukit. Tetapi kemudian Allah
SWT mengutus ulat-ulat untuk menyerang Ya'juj-Ma'juj dan balatentaranya
hingga akhirnya mereka mati oleh serangan ulat-ulat tadi. Mayat-mayat
mereka berserakan di mana-mana sehingga menyulitkan kaum muslimin untuk
turun dari atas bukit. Lalu datanglah pertolongan dari Allah berupa
burung-burung besar yang lehernya laksana unta bukht untuk memindahkan
bangkai-bangkai yang berserakan hingga bukit itu menjadi bersih dari
semua mayat dan memudahkan bagi Nabi Isa dan pasukannya menuruni bukit.
Allah kemudian menurunkan hujan lebat yang menyirami seluruh permukaan
bumi sehingga tanahnya menjadi subur, menumbuhkan berbagai macam
tanaman dan buah-buahan.
Kekalahan Dajjal dan Ya'juj-Ma'juj membuat kekuasaan Imam Mahdi semakin
kokoh yang membentang dari barat hingga timur. Dengan demikian
sempurnalah sudah kemenangan kaum muslimin dalam perjuangan menumpas dua
kekuatan besar yang merupakan sumber kerusakan di muka bumi: Dajjal
dan Ya'juj Ma'juj. Berdirinya kekuasaan Imam Mahdi ditandai dengan
tegaknya kembali kejayaan Islam. Diberbagai pelosok dunia orang
berbondong-bondong menyatakan keimanannya kepada Nabi Isa dan memeluk
agama Islam sehingga Islam menjadi satu-satunya agama yang dianut oleh
ummat manusia.
"Tidak ada seorangpun dari ahli kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa a.s.)sebelum wafatnya." (S. An-Nisa': 159 )
Keadaan ini memudahkan Nabi Isa dalam menjalankan misinya di dunia yaitu
menjadi hakim yang adil, menghancurkan salib yang selama ini dijadikan
simbol penuhanannya oleh ummat Kristen maka ketika itu tidak ada lagi
orang yang menuhankannya. Syaria'at Islam diterapkan dalam semua aspek
kehidupan. Pajak dihapuskan, babi dimusnahkan sehingga terciptalah
kehidupan yang penuh kemakmuran dan kedamaian yang belum pernah terjadi
sepanjang sejarah ummat manusia. Sebagaimana telah disabdakan oleh
Rasulullah saw:
"Demi Allah, sungguh akan turun anak lelaki Maryam sebagai hakim yang
adil. Maka dia akan mengahancurkan salib, dan membunuh babi, dan
membebaskan pajak dan membiarkan unta, tidak dipekerjakan atasnya, dan
sungguh pasti akan hilang (ketika itu) rasa dendam, marah-marah dan
dengki, dan sungguh akan diseru pada harta maka tidak ada yang mau
menerimanya seorangpun." (HR. Muslim)
Terkait dengan gempa bumi yang akhir-akhir ini semakin sering terjadi di
negeri kita, Indonesia yang menelan korban cukup besar baik materi
ataupun jiwa, sebagai orang yang beriman kepada Allah tentu kita
menyadari bahwa semua bencana itu adalah ujian dari Allah SWT yang harus
kita hadapi dengan sabar dan husnudzon billah. Sebab kalau kita
renungkan dalil-dalil di atas, bisa jadi peristiwa-peristiwa yang
terjadi di tanah air belakangan ini merupakan isyarat bahwa zaman
kejayaan Islam sudah hampir tiba, suatu zaman yang penuh keadilan dan
kemakmuran di bawah pimpinan seorang imam yang adil dan bijaksana yaitu
Imam Mahdi. Insyaallah.